geli

Jumat, 17 Februari 2012

ALBERT EINSTEIN

Biografi Albert Einstein


Albert Einstein dapat dikatakan sebagai ilmuwan paling terkenal di abad 20. Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Penemuan terbesarnya adalah teori relativitas yang dikemudian hari disalahgunakan manusia untuk pengembangan senjata nuklir. Einstein juga banyak menyumbang pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penemuannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoritis". Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Kepopuleran Einstein melampaui popularitas semua ilmuwan dalam sejarah dan Einstein sampai sekarang menjadi simbol kejeniusan. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia hingga majalah times tahun 1999 menobatkan Einstein sebagai tokoh abad 20.

Biografi Singkat

Einstein lahir di Ulm, Wurttemberg kurang lebih 100 km sebelah timur Stutgart Jerman, 14 Maret 1879 dan meninggal 18 April 1955 pada umur 76 tahun di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat.Ia berasal dari keturunan Yahudi dari pasangan Hermann Einstein dan Paulline. Ayahnya berprofesi sebagai penjual ranjang bulu yang kemudian berganti pekerjaan dalam bisnis elektrokimia. Albert disekolahkan di sekolah Katholik.Naluri Ilmuwan Einstein dimulai sejak umur lima tahun saat ayahnya menunjukkan kompas kantung. Ia menganggap ada sesuatu di ruang yang "kosong" bereaksi terhadap jarum di kompas tersebut. Einstein kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai moment paling menggugah dalam hidupnya. Sebagai seorang pelajar, Einstein dianggap sebagai pelajar yang lambat dalam mengikuti pelajaran, sifatnya pemalu. Namun kelambatanya berfikir tidak menghalangi minat, semangat, dan kerja kerasnya untuk belajar terus menerus, bereksperimen, dan menggali pengetahuan sampai akhirnya Ia berhasil menghasilkan karya spektakuler dan belum bisa ditandingi ilmuan lainnya. Ia menjungkirbalikkan fakta dan teori-teori psikologi tentang kejeniusan. Setelah itu para psikolog meredefinisi makna jenius, dan pada perkembangan ilmu psikologi modern akhirnya diketahui bahwa kecerdasan manusia itu sangat beragam, dan kecerdasan paling penting mempengaruhi kehidupan sesorang adalah kecerdasan emosi. Eisntein mendapat nobel fisika tahun 1921 justru karena kelambatanya. Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini. Setelah diadakan penelitian mengenai struktur otak Einstein (setelah ia meninggal) para ahli neuroologi berpendapat bahwa lambatnya perkembangan mental Eisntein diwaktu kecil disebabkan dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.

Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat kota Milan) karena kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya. Albert tetap tinggal di Jerman menyelesaikan satu semester sekolahnya sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Pada usia remaja Einstein sempat gagal tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich). Einstein oleh keluarganya kemudian dikirim ke Aarau Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya sampai berhasil menyelesaikan diploma tahun 1896. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya Eisntein dapat mengenyam pendidikan di Eidgenössische Technische Hochschule.

Pada 1898, Einstein bertemu dengan Mileva Marić, seorang Serbia teman kelasnya yang dikemudian hari menjadi pasangan hidup Einstein. Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

Karir pekerjaan
Pada saat kelulusannya Einstein tidak berprofesi sebagai pengajar, namun bekerjasebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di kantor tersebut bakat ilmuwan Einstein mulai berkembang pesat. Ia menganggap aplikasi paten memerlukan aplikasi ilmu fisika. Dia kadang-kadang memperbaharui desain aplikasi kantor paten juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka.

Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Mileva adalah seorang matematikawan teman kuliah Einstein. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich.


Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, yang membuka jalan terbentuknya teori kuantum. Hal yang membuat membuat thesisnya luar biasa bahwa ia berhasil menjelaskan teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Sampai akhirnya Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.

Di artikel pertamanya di tahun 1905 berjudul "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial. Einstein berhasil memberi penjelasan detail tentang fenomena yang masih membingungkan para ilmuwan saat itu. Dalam beberapa dekade berikutnya teori Eisntein memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan adanya atom. dan mekanika statistika yang saat itu dianggap kontroversial. Sebelum Einstein mengemukakan thesisnya atom dikenal baru pada tataran sebagai konsep. Para fisikawan dan kimiawan masih berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang perilaku atom memberikan mengilhami eksperimen menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah merujuk penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.

Nah ....sobat..penemuan Einstein tentang teori relativitas dan atom akhirnya mengubah peradaban dunia. Negara-negara adidaya berlomba-lomba mengembangkan senjata pemusnah massal. Andai saja Eisntein tahu Hiroshima dan Nagasaki hancur lebur akibat bom atom, tentu Einstein akan menangis....

Tragedi Tugu Tani Jakarta

Berita terbaru tentang tragedi tugu tani Jakarta, seperti yang kita ketahui bahwa pada hari ahad, 22 Januari 2012 terjadi tragedi kecelakaan maut mobil Xenia di daerah tugu tani jakarta, sehingga menyebabkan tewasnya 9 pejalan kaki.
Apriyanti Susanti adalah tersangka yang menabrakkan mobilnya sehingga menyebabkan tewasnya 9 pejalan kaki di tugu tani jakarta pada tanggal 22 januari 2012. Tersangka mengaku rem mobil yang dikendarainya blong, sehingga dia tidak bisa mengendalikan laju mobilnya. Padahal diketahui sebelum terjadinya kecelakaan naas itu tersangka melakukan perta sabu-sabu.
Dalam pernyataannya di kantor polisi, tersangka sama sekali tidak merasa bersalah. Bahkan tersangka menyalahkan rem mobil yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Tersangka juga tidak menyesal walaupun kelalaiannya telah menyebabkan hilangnya 9 nyawa tak berdosa.
Seorang saksi mata yang selamat dari peristiwa tabrakan maut di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu, 22 Januari 2012, menuturkan mobil Daihatsu Xenia melaju dengan sangat kencang pada saat kejadian. Mobil berkecepatan tinggi itu akhirnya oleng dan menabrak sekelompok orang pejalan kaki hingga menewaskan 9 orang.

OTAK

Struktur Otak Manusia

Otak manusia dewasa beratnya rata-rata sekitar 3 lb (1,5 kg) dengan ukuran sekitar 1.130 sentimeter kubik (cm 3) pada wanita dan 1260 cm 3 pada pria, meskipun ada variasi individu yang besar. Otak manusia berada pada berat 100g rata-rata dari seorang wanita, bahkan ketika dikoreksi untuk perbedaan ukuran tubuh Otak sangat lembut, memiliki konsistensi yang mirip dengan gelatin atau perusahaan tahu lembut. Meskipun disebut sebagai "materi abu-abu", korteks hidup adalah pink-beige dalam warna dan sedikit off-putih di interior. Foto di sebelah kanan menunjukkan sepotong horizontal kepala orang dewasa, dari Perpustakaan Nasional Proyek Terlihat Manusia Kedokteran. Dalam proyek ini, dua mayat manusia (dari seorang pria dan seorang wanita) dibekukan dan kemudian diiris menjadi bagian tipis, yang secara individual difoto dan digital. Potongan di sini adalah diambil dari jarak kecil di bawah bagian atas otak, dan menunjukkan korteks serebral (lapisan seluler rumit di luar) dan materi putih yang mendasari, yang terdiri dari saluran serat myelinated bepergian ke dan dari korteks serebral. Pada usia 20, seorang pria memiliki sekitar 176.000 km dan seorang wanita, sekitar 149.000 km akson myelinated di otak mereka.
Belahan otak membentuk bagian terbesar dari otak manusia dan terletak di atas sebagian besar struktur otak lainnya. Mereka ditutupi dengan lapisan kortikal dengan topografi yang berbelit-belit. Di bawah otak terletak batang otak, menyerupai batang otak yang terpasang. Pada bagian belakang otak, di bawah otak dan di belakang batang otak, serebelum adalah, struktur dengan permukaan horizontal berkerut yang membuatnya tampak berbeda dari daerah otak lainnya. Struktur yang sama yang hadir pada mamalia lain, meskipun otak kecil tidak begitu besar relatif ke seluruh otak. Sebagai aturan, semakin kecil otak, semakin sedikit berbelit-belit korteks. Korteks seekor tikus atau mouse hampir sepenuhnya mulus. Korteks lumba-lumba atau ikan paus, di sisi lain, lebih rumit daripada korteks manusia.
Fitur yang dominan dari otak manusia adalah''''corticalization. Korteks serebral pada manusia begitu besar sehingga membayangi setiap bagian lain dari otak. Sebuah struktur beberapa subkortikal menunjukkan perubahan yang mencerminkan kecenderungan ini. Cerebellum, misalnya, memiliki zona medial terhubung terutama untuk area motorik subkortikal, dan zona lateral dihubungkan terutama korteks. Pada manusia zona lateral yang mengambil sebagian kecil jauh lebih besar dari otak kecil daripada di kebanyakan spesies mamalia lainnya. Corticalization tercermin dalam fungsi serta struktur. Pada tikus, operasi pengangkatan seluruh korteks serebral daun hewan yang masih mampu berjalan-jalan dan berinteraksi dengan lingkungan. Dalam kerusakan, korteks serebral manusia sebanding menghasilkan keadaan koma permanen.
Korteks serebral hampir simetris dalam bentuk lahiriah, dengan belahan otak kiri dan kanan. Anatomi konvensional membagi menjadi empat masing-masing belahan "lobus", lobus frontal, lobus parietal, lobus temporal, dan lobus oksipital. Adalah penting untuk menyadari bahwa kategorisasi ini tidak benar-benar timbul dari struktur korteks itu sendiri: lobus diberi nama setelah tulang tengkorak yang menimpa mereka. Ada satu pengecualian: perbatasan antara lobus frontal dan parietal digeser mundur ke sulkus sentral, lipatan mendalam yang menandai baris tempat somatosensori korteks primer dan korteks motor utama datang bersama-sama.
Para peneliti yang mempelajari fungsi korteks membaginya menjadi tiga kategori fungsional daerah, atau daerah. Salah satu terdiri dari daerah sensorik primer, yang menerima sinyal dari saraf sensorik dan wilayah dengan cara inti relay di talamus. Daerah sensorik primer mencakup area visual lobus oksipital, area auditori pada lobus temporal, dan daerah somatosensori di lobus parietalis. Sebuah kategori kedua adalah daerah motorik primer, yang mengirimkan akson ke motor neuron di batang otak dan tulang belakang akord. Daerah ini menempati bagian belakang lobus frontalis, tepat di depan area somatosensori. Kategori ketiga terdiri dari sisa bagian korteks, yang disebut area asosiasi. Daerah ini menerima input dari daerah sensorik dan bagian bawah otak dan terlibat dalam proses kompleks yang kita sebut persepsi, pikiran, dan pengambilan keputusan. Jumlah korteks asosiasi, relatif terhadap dua kategori lainnya, meningkat secara dramatis sebagai salah satu pergi dari mamalia sederhana, seperti tikus dan kucing, untuk yang lebih kompleks, seperti simpanse dan manusia.
Korteks serebral pada dasarnya adalah lembaran jaringan saraf, dilipat dengan cara yang memungkinkan area permukaan besar agar sesuai dalam batas-batas tengkorak. Setiap belahan otak, pada kenyataannya, memiliki luas permukaan total sekitar 1,3 meter persegi. Anatomi setiap panggilan lipat sulkus kortikal, dan daerah lipatan halus antara gyrus sebuah. Kebanyakan otak manusia menunjukkan pola serupa lipat, namun ada variasi yang cukup dalam bentuk dan penempatan lipatan untuk membuat otak setiap unik. Namun demikian, pola ini konsisten cukup untuk setiap flip besar untuk memiliki nama, misalnya, "gyrus frontal unggul", "postcentral sulkus", atau "trans-oksipital sulkus". Fitur lipat Jauh di dalam otak seperti fisura antar-belahan otak dan lateral, dan korteks insular yang hadir di hampir semua mata pelajaran normal.
Bagian yang berbeda dari korteks serebral yang terlibat dalam fungsi kognitif dan perilaku yang berbeda. Perbedaan muncul dalam beberapa cara: efek kerusakan otak lokal, pola aktivitas daerah terkena saat otak diperiksa menggunakan teknik pencitraan fungsional, konektivitas dengan daerah subkortikal, dan perbedaan regional dalam arsitektur seluler korteks. Ahli anatomi menggambarkan sebagian besar korteks-bagian yang mereka sebut''isocortex''-memiliki enam lapisan, tetapi tidak semua lapisan yang jelas dalam semua bidang, dan bahkan ketika lapisan hadir, ketebalan dan organisasi selular dapat bervariasi. Beberapa ahli anatomi telah membangun peta dari area kortikal berdasarkan variasi dalam penampilan lapisan seperti yang terlihat dengan mikroskop. Salah satu skema yang paling banyak digunakan berasal dari Brodmann, yang memisahkan korteks menjadi 51 wilayah yang berbeda dan ditugaskan masing-masing nomor (anatomi sejak dibagi banyak daerah Brodmann). Sebagai contoh, daerah Brodmann 1 adalah korteks somatosensori primer, daerah Brodmann 17 adalah korteks visual primer, dan area Brodmann 25 adalah korteks anterior cingulate.

Topografi

Banyak otak daerah Brodmann didefinisikan memiliki struktur internalnya sendiri kompleks. Dalam sejumlah kasus, area otak tersebut akan disusun dalam "peta topografi", di mana bit berdampingan dari korteks sesuai dengan bagian sebelah tubuh, atau beberapa entitas yang lebih abstrak. Sebuah contoh sederhana dari jenis korespondensi adalah korteks motor utama, sebuah strip jaringan berjalan sepanjang tepi anterior sulkus sentral, ditunjukkan dalam gambar ke kanan. Area motorik innervating setiap bagian tubuh muncul dari sebuah zona yang berbeda, dengan bagian tubuh tetangga diwakili oleh zona tetangga. Stimulasi listrik dari korteks pada setiap titik menyebabkan otot-kontraksi di bagian tubuh yang diwakili. Ini "somatotopic" representasi tidak merata, namun. Kepala, misalnya, diwakili oleh sebuah daerah sekitar tiga kali lebih besar zona untuk seluruh punggung dan batang. Ukuran zona berkorelasi dengan presisi kontrol motor dan diskriminasi sensoris mungkin. Daerah untuk bibir, jari, dan lidah sangat besar, mengingat ukuran proporsional mewakili bagian tubuh mereka.
Di daerah visual, peta retinotopic-yaitu, mereka mencerminkan topografi retina, lapisan neuron diaktifkan cahaya-lapisan bagian belakang mata. Dalam hal ini juga representasi tidak merata: fovea-daerah di tengah lapangan visual sangat overrepresented dibandingkan dengan pinggiran. Sirkuit visual dalam korteks serebral manusia mengandung beberapa lusin peta retinotopic berbeda, masing-masing dikhususkan untuk menganalisis input stream visual dalam cara tertentu. Korteks visual primer (daerah Brodmann 17), yang merupakan penerima utama dari input langsung dari bagian visual dari thalamus, mengandung banyak neuron yang paling mudah diaktifkan dengan tepi dengan orientasi khusus bergerak di titik tertentu di bidang visual. Daerah visual jauh hilir ekstrak fitur seperti warna, gerak, dan bentuk.
Di daerah pendengaran, peta utama adalah tonotopic. Suara yang diuraikan menurut frekuensi (yaitu, nada tinggi vs nada rendah) dengan daerah pendengaran subkortikal, dan parsing ini tercermin oleh zona pendengaran utama dari korteks. Seperti dengan sistem visual, ada beberapa peta kortikal tonotopic, masing-masing dikhususkan untuk menganalisis suara dengan cara tertentu.
Dalam peta topografi ada kadang-kadang bisa halus tingkat struktur spasial. Dalam korteks visual primer, misalnya, di mana organisasi utama adalah retinotopic dan tanggapan utamanya adalah untuk bergerak tepi, sel-sel yang merespon tepi orientasi yang berbeda-spasial terpisah dari satu sama lain.

Lateralisasi

Setiap belahan otak berinteraksi terutama dengan setengah tubuh, tetapi untuk alasan yang tidak jelas, hubungan disilangkan: sisi kiri otak berinteraksi dengan sisi kanan tubuh, dan sebaliknya. Koneksi motorik dari otak ke sumsum tulang belakang, dan koneksi sensori dari sumsum tulang belakang ke otak, baik garis tengah salib di tingkat batang otak. Input visual mengikuti aturan yang lebih kompleks: saraf optik dari dua mata datang bersama-sama pada titik yang disebut kiasme optik, dan setengah dari serat dari setiap saraf memisahkan diri untuk bergabung dengan yang lain. Hasilnya adalah bahwa koneksi dari kiri setengah dari retina, di kedua mata, pergi ke sisi kiri otak, sedangkan koneksi dari kanan setengah dari retina pergi ke sisi kanan otak. Karena setiap setengah retina menerima cahaya yang datang dari setengah berlawanan dari bidang visual, konsekuensi fungsional adalah bahwa input visual dari sisi kiri dunia pergi ke sisi kanan otak, dan sebaliknya. Jadi, sisi kanan otak menerima masukan somatosensori dari sisi kiri tubuh, dan masukan visual dari sisi kiri lapangan visual pengaturan yang mungkin bermanfaat untuk koordinasi visuomotor.
Kedua belahan otak ini dihubungkan oleh sebuah bundel saraf yang sangat besar yang disebut corpus callosum, yang melintasi garis tengah di atas tingkat thalamus. Ada juga dua koneksi yang lebih kecil banyak, commisure anterior dan commisure hipokampus, serta koneksi subkortikal banyak yang melintasi garis tengah. Corpus callosum adalah jalan utama komunikasi antara dua belahan, meskipun. Ini menghubungkan setiap titik pada korteks ke titik bayangan cermin di belahan bumi sebaliknya, dan juga menghubungkan ke titik fungsional terkait di daerah kortikal berbeda.
Dalam banyak hal, sisi kiri dan kanan otak yang simetris dalam hal fungsi. Misalnya, mitra dari area motor belahan kiri mengendalikan tangan kanan adalah daerah belahan kanan mengendalikan tangan kiri. Namun demikian, pengecualian penting, yang melibatkan bahasa dan kognisi spasial. Pada kebanyakan orang, belahan kiri "dominan" untuk bahasa: stroke yang merusak bahasa daerah kunci dalam otak kiri dapat meninggalkan korban tidak dapat berbicara atau mengerti, sedangkan kerusakan setara dengan belahan kanan akan menyebabkan penurunan hanya kecil dengan bahasa keterampilan.
Sebagian besar dari pemahaman kita tentang interaksi antara dua belahan telah datang dari studi tentang "split-otak pasien"-orang yang menjalani bedah lintang corpus callosum dalam upaya untuk mengurangi keparahan serangan epilepsi. Pasien ini tidak menunjukkan perilaku yang tidak biasa yang segera jelas, tetapi dalam beberapa kasus dapat berperilaku hampir seperti dua orang yang berbeda dalam tubuh yang sama, dengan tangan kanan mengambil tindakan dan kemudian tangan kiri kehancuran itu. Kebanyakan pasien tersebut, saat sebentar ditunjukkan gambar di sisi kanan dari titik fiksasi visual, mampu menjelaskan secara lisan, tapi ketika gambar yang ditunjukkan di sebelah kiri, tidak dapat menggambarkannya, tetapi mungkin dapat memberikan indikasi dengan tangan kiri dari sifat objek yang ditampilkan.
Perlu dicatat bahwa perbedaan antara belahan otak kiri dan kanan yang sangat berlebihan dalam banyak literatur populer pada topik ini. Keberadaan perbedaan telah kokoh didirikan, tapi buku-buku populer jauh melampaui bukti dalam menghubungkan fitur kepribadian atau intelijen pada dominasi otak kiri atau kanan.

Jumat, 10 Februari 2012

kalender maya



kalender mayaDalam kalender bangsa Maya, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan dimurnikan, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.

Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya bagaikan turun dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius. Mereka menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub!

Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka. Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Mayan semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.

Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia. Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.

Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.

Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.

Pada 31 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.

Dalam perhitungannya, bangsa Maya tidak menyinggung tentang apa penyebab peradaban kali ini berakhir. Ada sedikit yang kelihatannya jelas, bahwa berakhirnya ‘hari itu’ sama sekali bukan berarti malapetaka apa yang datang menghampiri, melainkan mengisyaratkan kepada seluruh umat manusia akan adanya transisi dalam kesadaran dan spiritual kosmis, selanjutnya masuk ke peradaban baru. Tahun 755 Masehi, seorang rahib Maya pernah meramal, setelah tahun 1991 kemudian, akan ada dua peristiwa penting terjadi pada manusia yaitu kebangkitan kesadaran, dan pemurnian bumi serta regenerasinya.

Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.

Dari titik pandang ilmu pengetahuan umat manusia sekarang, hal itu benar-benar tidak dapat dipercaya. Mungkin saja bangsa Maya sedang membicarakan tentang galaksi Bima Sakti (Milky Way), yang mana ilmu pengetahuan dan teknologi kita belum juga sampai ke solar sistim, seperti pepatah orang Tionghoa mengatakan “Serangan musim panas tidak dapat menjelaskan es di musim dingin”. Fenomena kosmik yang diperlihatkan oleh kalender Maya adalah benar-benar berharga dari suatu penyelidikan yang serius oleh umat manusia sekarang ini.

ARAH RAMALAN ITU

Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?

Mengamati peristiwa besar 10 tahun belakangan ini (1992-2002), kelihatannya karakter alam semesta, ‘Zhen, Shan, Ren,’ (sejati, baik, sabar) yang diajarkan oleh Master Li Hongzhi, sebagai efek yang sedang ‘memurnikan’ hati manusia dan bumi ini. Kami menemukan dua bilangan yang bermakna, pada 1992 adalah persis tahun pertama kalinya Li Hongzhi mengenalkan ajarannya secara terbuka kepada masyarakat, ditengah-tengah kemrosotan moral umat manusia yang parah.. Dari tahun 1992-1999, dalam waktu yang singkat ini, pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini sudah mencapai hampir 100 juta orang di daratan China. Kini, latihan ini bahkan sudah menyebar kelebih 60 negara. Melalui kultivasi yang terus-menerus, latihan ini dapat mencapai tujuan mengganti sel-sel manusia dengan materi energi tinggi dan meningkatkan moral manusia sesuai karakter alam semesta serta kembali ke jati diri yang asli.

Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang trerbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampoi sistim pengetahuan kita.

PIRAMIDA


Kontroversi Piramida Sadahurip, Sebuah Tinjauan Astronomi (oleh Ma'rufin Sudibyo)

by Ma’rufin Sudibyo on Wednesday, February 8, 2012 at 12:46am · 
Hari-hari belakangan ini kita diharubirukan oleh (klaim) temuan fenomenal di Gunung Sadahurip, salah satu gunung di sisi tenggara bentukan geografis yang dikenal sebagai cekungan Bandung (Jawa Barat). Dipantik oleh klaim tim Turangga Seta dengan pendekatan yang kontroversial, disebut-sebut gunung ini sejatinya merupakan piramida purba dalam ukuran sangat besar. Tim Katastrofik Purba, yang dibentuk oleh Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, menyeret kontroversi lebih jauh setelah melakukan uji pertanggalan karbon radioaktif pada lapisan tanah di permukaan gunung dan mendapati umur sangat tua, hingga 7.000 tahun silam lebih. Penggalian di salah satu bagian menemukan susunan bebatuan, yang kemudian (tanpa analisis lebih lanjut) dinyatakan sebagai bronjong tubuh piramid. Sebagian media massa turut membuat kontroversi membuhul ke titik kulminasinya, mulai dari pengakuan penemuan pintu masuk piramid hingga batu bertulis (prasasti) yang terukir huruf kuno.
Bagi sebagian kita, khususnya yang terobsesi oleh teori Arsiyo Santos tentang Indonesia sebagai Atlantis yang fenomenal, penemuan piramida Sadahurip dianggap sebagai bukti eksistensi Atlantis di masa silam. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai bukti bahwa asal-usul berbagai peradaban berbagai bangsa yang terserak di muka Bumi adalah Indonesia. Sepetti terlihat dari umur piramida Sadahurip, yang jauh lebih tua ketimbang piramida Mesir. Sehingga dianggap bangsa Mesir, pun demikian bangsa-bangsa pembangun piramid lainnya, merupakan turunan dari penduduk Atlantis yang dulu hidup di Indonesia.
Pada diagonal yang berlawanan, klaim temuan piramida Sadahurip mendapatkan tantangan kuat dari sejumlah disiplin ilmu, terutama arkeologi dan geologi. Bagi para arkeolog, selain penyelidikan terhadap Gunung Sadahurip yang serampangan, tak sistematis dan tanpa mematuhi metode penelitian lapangan arkeologi yang baku, piramida Sadahurip tidak didukung oleh jejak-jejak pemukiman maupun hasil budaya manusia sezamannya yang terserak disekitarnya. Bagi para geolog, kenyataan lapangan menunjukkan gunung Sadahurip lebih merupakan fosil gunung berapi alias gunung berapi purba, yakni gunung berapi yang tumbuh dan penah aktif berjuta tahun silam namun kini telah mati sepenuhnya dan tererosi hingga nyaris habis.
Tulisan ini hendak mengupas lebih lanjut kontroversi piramida Sadahurip ditinjau dari sudut pandang astronomi.
1. Piramida dan Mata Angin
Piramida merupakan bangun tiga dimensi dengan dasar segitiga, segiempat maupun poligon teratur lainnya dengan sisi-sisi berbentuk segitiga yang bertemu pada satu titik di puncak. Meski demikian piramida dengan dasar segiempat merupakan piramida paling umum dijumpai. Piramida dijumpai dalam berbagai kebudayaan. Misalnya Mesir kuno, yang kerap diidentikkan dengan piramida meskipun piramida terbanyak ternyata dimiliki oleh kebudayaan Sudan/Nubia kuno (220 buah, Mesir hanya 135 buah). Namun bentuk-bentuk piramid dijumpai pula di kebudayaan Mesopotamia (sebagai ziggurat), Yunani, Romawi, Mesoamerika, Amerika Utara dan Cina.
Gambar 1. Deretan piramida Mesir di Giza, dekat Kaio (Mesir).
Bentuk-bentuk mirip piramida juga dijumpai dalam kebudayaan India kuno dan Indonesia kuno. Candi Borobudur misalnya, mengesankan sebagai bentuk piramida berundak, meskipun teknik konstruksi Borobudur amat berbeda dibandingkan piramida Mesir. Candi-candi utama di Prambanan memiliki bagian atas yang menyerupai piramida, meski dengan proporsi jauh berbeda. Pun demikian candi Penataran yang berlanggam Jawa Timuran. Satu-satunya candi yang amat mirip piramida adalah candi Sukuh di lereng Gunung Lawu (Jawa Tengah), yang dibangun pada abad ke-15 menjelang runtuhnya Majapahit.
Tujuan pembangunan piramida atau bangunan mirip piramida di berbagai penjuru dunia itu relatif sama, yakni sebagai pusat peribadahan, pusat religi dalam masing-masing kebudayaan. Cukup mengesankan bahwa bangunan piramida atau yang menyerupai piramida secara astronomis dirancang demikian cermat sehingga orientasinya menghadap ke titik-titik istimewa tertentu di langit. Hal ini tak bisa dilepaskan dari kepercayaan dalam kebudayaan-kebudayaan tersebut, yang menganggap dewa-dewa mereka senantiasa berada di langit mengawasi setiap saat dalam rupa bintik-bintik cahaya yang gemerlap. Selain itu posisi piramida atau bangunan menyerupai piramida selalu menuju keempat penjuru mataangin dengan presisi demikian tinggi.
Gambar 2. Citra satelit piramida Giza disertai sumbu mataangin pimer.
Sebelumnya, mari kita ulas terlebih dahulu tentang sistem mataangin. Kita mengenal empat mataangin primer (utara, timur, selatan, barat) dan empat mataangin sekunder (timur laut, tenggara, barat daya, barat laut). Di antara mataangin pimer dan sekunder kadang ditambahkan pula mataangin tersier. Namun dalam astronomi, mata-mataangin tersebut dikuantifikasi ke dalam sistem azimuth yang berjumlah 360. Untuk mataangin primer, utara adalah arah nol (0) atau 360, timur adalah arah 90, selatan adalah arah 180 dan barat adalah arah 270. Karena mataangin sekunder adalah tengah-tengah antara dua mataangin primer yang berdampingan, maka timur laut adalah arah 45, tenggara adalah arah 135, barat daya adalah arah 225 dan barat laut adalah arah 315.
Gambar 3. Penampang melintang sebuah piramida Mesir.
Mari lihat piramida Mesir, misalnya yang terpopuler di dataran Giza. Sisi-sisi tiap piramida di Giza ternyata tepat menghadap ke sumbu utara-selatan timur-barat dengan presisi demikian tinggi. Presisi tersebut bukannya tanpa sebab. Dengan posisi tepat ke sumbu utara-selatan, maka sisi utara piramida Giza akan selalu berhadapan dengan bintang Thuban atau alpha Draconis (tingkat terang +3,7), bintang penanda kutub utara langit pada 4.500 tahun silam. Sebagai bintang kutub, posisi bintang Thuban selalu berada di titik yang sama tanpa pernah beringsut sepanjang waktu. Kekhasan posisi bintang Thuban rupanya sejalan dengan konsep keabadian dalam Mesir kuno, sehingga sebuah lorong kecil dibangun dari ruang Firaun (di dalam piramid) menuju sisi utara, yang memungkinkan cahaya bintang Thuban tepat menyinari kepala jasad Firaun. Demikian pula bintang terang terdekat dengan Thuban, yakni bintang Kochab atau beta Ursa Minor (tingkat terang +2). Bintang ini pun selalu nampak di langit utara sepanjang waktu, yang seakan-akan berputar mengelilingi bintang Thuban. Gerak berputar ini memberi kesan kalau bintang Kochab adalah pasangan setia bintang Thuban. Sehingga sebuah lorong pun dibangun untuk memungkinkan cahaya bintang Kochab menyinari ruang Permaisuri, yang diletakkan tepat di bawah ruang Firaun, khususnya saat bintang itu berkulminasi atas.
Bangsa Mesir kuno amat terpesona dengan rasi bintang Waluku atau Orion, yang dianggap sebagai perwujudan dari Osiris dalam mitologi Mesir kuno. Nyawa dari Firaun yang sudah tiada diyakini akan bergabung dengan Osiris. Sehingga sebuah lorong pun dibangun dari ruang Firaun menembus sisi selatan, yang memungkinkan cahaya rasi Waluku (khususnya tiga bintang di sabuk Waluku) menyinari jasad sang Firaun, khususnya saat rasi Waluku berkulminasi atas. Atas alasan yang sama pula, sebuah lorong pun dibangun agar cahaya bintang Sirius, bintang paling terang di langit, bisa menyinari ruang Permaisuri. Bintang Sirius dianggap sebagai perwujudan dari Isis dalam mitologi Mesir kuno.
Gambar 4. Citra satelit candi Borobudur disertai sumbu mataangin pimer.
Gambar 2. Citra satelit candi Prambanan disertai sumbu mataangin pimer.
Fakta yang hampir sama pun dijumpai pada bangunan menyerupai piramida. Candi Borobudur misalnya, juga menghadap ke mataangin utama dengan presisi mengagumkan. Pun demikian halnya candi-candi utama dalam kompleks percandian Prambanan. Selain terkait dengan konsep kosmologi dan mitologi Buddha (untuk Borobudur) dan Hindu (untuk Prambanan), presisinya bangunan candi terhadap arah mataangin utama berguna bagi kepentingan praktis. Selain sebagai bangunan religius, candi Borobudur juga berfungsi sebagai petunjuk posisi Matahari, yang dikaitkan dengan siklus musim. Hal serupa kemungkinan juga berlaku bagi Candi Prambanan. Sehingga, dalam perspektif astronomi, piramida ataupun bangunan menyerupai piramida merupakan observatorium kuno tempat kaum cendekia (khususnya pendeta) mengamati langit.
2. Piramida Sadahurip
Bagaimana dengan piramida Sadahurip ?
Gunung Sadahurip terletak di sebelah utara gunung Telaga Bodas dan gunung Galunggung. Galunggung merupakan gunung berapi aktif, terakhir meletus pada 1982-1983 dan tercatat sebagai letusan terbesar di Indonesia dalam 30 tahun terakhir. Sayangnya, citra Google Earth dalam cahaya visual untuk kawasan Gunung Sadahurip ditutupi oleh awan relatif tebal, sehingga gunung yang diklaim sebagai piramida ini tidak nampak. Namun beruntung terdapat citra kontur elevasi yang mampu memperlihatkan bentuk gunung Sadahurip dengan jelas.
Gambar 6. Citra kontur Google Map untuk kawasan gunung Telagabodas – Galunggung dans ekitarnya. Gunung Sadahurip dinyatakan dalam tanda panah.
Kita batasi gunung Sadahurip pada kontur elevasi 1.320 m dpl ke atas hingga puncaknya, mengingat dari kontur tersebut sifatnya tertutup. Nampak jelas bahwa gunung Sadahurip memiliki dasar berupa segilima tak simetris sehingga sis-sisinya pun tak sama luasnya. Dasar berbentuk segilima ini amat berbeda dengan piramida Mesir, yang segiempat. Pun demikian dasar berupa segilima tak simetris ini pun mengherankan, karena meski piramida dapat saja memiliki dasar berbentuk segilima (meski tak ada contohnya) namun seharusnya berbentuk simetris.
Akibat ketidaksimetrisan dasarnya, maka arah hadap sisi-sisi gunung Sadahurip pun tidak simetris. Di awali dari utara, masing-masing sisi menghadap ke arah 68, arah 143, arah 220, arah 284 dan arah 344. Tak satupun yang berimpit dengan sumbu mataangin utama (utara-selatan timur-barat) atau sumbu mataangin sekunder. Dengan demikian selisih sudut antar sumbu tiap sisi bervariasi dari yang terkecil 60 derajat hingga yang terbesar 77 derajat. Bila dasarnya simetris, seharusnya selisih tersebut seragam pada nilai 72 derajat (yakni 360 dibagi 5).
Gambar 6. Citra kontur Google Map gunung Sadahurip, dilengkapi sumbu mataangin utama dan arah sisi-sisi gunung.
Benda langit apa yang dihadapi masing-masing sisi gunung Sadahurip, dengan posisi arah hadap demikian, menjadi tak jelas. Jika dibandingkan dengan candi Borobudur, tidak terlihat fungsi sisi-sisi gunung Sadahurip sebagai petunjuk posisi Matahari terkait siklus musim. Sisi yang menghadap ke arah 68 memang hampir sejajar dengan posisi Matahari terbit saat paling utara (summer solstice). Namun terbenamnya Matahari pada titik itu, yakni pada arah 294, ternyata berselisih besar dengan arah hadap 284. Demikian pula terbit dan terbenamnya Matahari pada saat paling selatan (winter solstice), masing-masing di arah 114 dan 245, ternyata tak berhadapan dengan satu sisi gunung Sadahurip sekalipun. Hal serupa juga terlihat pada saat Matahari berada di titik ekuinoks, sehingga terbit tepat di timur dan terbenam tepat di barat. Ternyata tak ada satupun sisi gunung Sadahurip yang menghadap ke timur (arah 90) maupun barat (arah 270).
Dengan gunung Sadahurip diklaim sebagai piramida dan manusia yang membangunnya diklaim hidup lebih awal dibanding bangsa Mesir Kuno maupun bangsa Jawa kuno, bahkan diklaim pula sebagai bangsa Atlantis nan cerdas yang menjadi leluhur bangsa-bangsa berperadaban tinggi lainnya di muka Bumi, maka dua fakta berbeda itu mengerucut pada dua kesimpulan. Pertama, para pembangun piramida Sadahurip tak paham geometri. Sehingga tak bisa merancang dasar piramida yang simetris. Ini bertolak-belakang dengan bangsa Mesir kuno dan Jawa kuno yang telah mengenal dan menerapkan geometri dalam pembangunan piramida dan candinya. Dan yang kedua, para pembangun piramida Sadahurip tak paham astronomi. Sehingga piramidanya tak bisa menjadi penanda peristiwa-peristiwa langit yang penting bagi kebudayaan bangsa-bangsa kuno.
Di atas semua itu, dapat ditarik satu kesimpulan yang lebih sederhana dan lebih solutif. Yakni, gunung Sadahurip bukanlah piramida dan juga bukan bangunan menyerupai piramida.

sejarah PRESIDEN AS


Fakta Sejarah Aneh Dua Presiden Amerika Serikat: Lincoln dan Kennedy

Ketika beberapa tahun lalu menerima posting ini, saya langsung teringat masa-masa SMP 1975 – 1977. Fakta sejarah aneh Presiden AS Lincoln dan Kennedy telah saya baca saat itu, mungkin dari satu majalah remaja yang dipinjam dari seorang teman yang mampu berlangganan majalah. Saat itu sudah menjadi satu keheranan besar tentang serba-kebetulan yang terjadi pada Presiden Lincoln dan Kennedy. Apakah fakta itu benar?
Saat kembali menerima posting dari salah satu milis (aslinya dalam bahasa Inggris, mungkin bersumber dari situs berbahasa Inggris juga mestinya; setelah sedikit berselancar, rupanya dari about.com), keheranan itu masih juga tersisa. Apakah bukan suatu hoax?
Entahlah. Menurut situs about.com, sumber itu berasal dari satu artikel pada majalah terpandang TIME edisi 21 Agustus 1964 dengan judul:Historical Notes: A Compendium of Curious Coincidences.
Pada zaman internet ini dengan informasi yang melayang-layang di dunia maya, cek dan ricek dapat segera dilakukan apakah datanya benar atau bohong. Misalnya tahun kelahiran Booth yang tertulis di sini 1839 (agar ada unsur kebetulan dengan tahun kelahiran Oswald 1939), ternyata salah. Tahun yang benar adalah 1838. Tapi inipun masih mengandung kebetulan yang aneh. Coba bandingkan antara 1838 dan 1939. Ada unsur perulangan yang hampir serupa.
Fakta lainnya silakan cek sendiri. Gampang saja, tinggal masuk ke situs wikipedia. Semua dapat dicek di sana. Lumayan untuk mengisi waktu luang, terutama bagi mereka yang kecanduan “teori konspirasi” dan “kasak-kusuk.” :b
Inilah fakta sejarah antara Lincoln dan Kennedy yang pernah saya baca waktu SMP itu:
Abraham Lincoln terpilih menjadi anggota Congress pada 1846.
John F. Kennedy terpilih menjadi anggota Congress pada 1946.
Abraham Lincoln terpilih menjadi presiden pada 1860.
John F. Kennedy terpilih menjadi presiden pada 1960.

Presiden Abraham Lincoln & Presiden John F. Kennedy (sumber: aboutabrahamlincoln.com, penobscotdems.com)
Keduanya terutama sangat memperhatikan hak-hak sipil.
Baik isteri Lincoln ataupun Kennedy kehilangan anak-anaknya ketika berada di Gedung Putih.
Kedua presiden ditembak pada hari Jumat.
Kedua presiden ditembak di kepala.
Berikutnya, makin aneh.
Sekretaris Lincoln bernama Kennedy.
Sekertaris Kennedy bernama Lincoln.
Kedua presiden dibunuh oleh orang-orang selatan (Southerners).
Pengganti kedua presiden adalah orang selatan bernama Johnson.

Andrew Johnson & Lyndon Johnson (sumber: ohiohistorycentral.org, en.wikipedia.org)
Andrew Johnson, pengganti Lincoln, lahir pada 1808.
Lyndon Johnson, pengganti Kennedy, lahir pada 1908.
John Wilkes Booth, pembunuh Lincoln, lahir pada 1839.
Lee Harvey Oswald, pembunuh Kennedy, lahir pada 1939.
Kedua pembunuh dikenal dengan tiga nama.
Kedua nama pembunuh itu tersusun dari lima belas huruf.

John Wilkes Booth & Lee Harvey Oswald (sumber: en.wikipedia.org)
Sekarang semakin lebih aneh…
Lincoln ditembak di sebuah teater bernama ‘Ford.’
Kennedy ditembak di sebuah mobil bermerek ‘Lincoln’ buatan ‘Ford.’
Lincoln ditembak di teater dan pembunuhnya lari dan bersembunyi di sebuah gudang.
Kennedy ditembak dari sebuah gudang dan pembunuhnya lari dan bersembunyi di sebuah teater.
Booth dan Oswald terbunuh sebelum disidangkan.
Dan keanehan terakhir…
Seminggu sebelum Lincoln ditembak, ia berada di Monroe, Maryland.
Seminggu sebelum Kennedy ditembak, ia bersama Marilyn Monroe.

Monroe Maryland & Marilyn Monroe (sumber: umces.edu, filmbug.com)

kontroversi


Ketika Manusia Menghilang dari Atas Bumi

Resensi buku Alan Weisman “Dunia Tanpa Manusia” dimuat di GEOMAGZ Majalah Geologi Populer, Badan Geologi, Vol.1 No.1
Data Buku:
Judul                             : Dunia Tanpa Manusia
Pengarang                   : Alan Weisman
Penerbit                       : Gramedia
Tahun Terbit              : 2009
Tebal                             : 430 halaman
Judul Asli                    : The World Without Us
Tahun Terbit              : 2007
Bumi ini mungkin bukan planet yang sama seandainya manusia tidak beranak-pinak. Demikian salah satu kalimat pada bab pembuka buku “Dunia Tanpa Manusia” (The World Without Us) yang dikarang oleh wartawan Amerika, Alan Weisman. Ia berandai-andai, jika manusia tiba-tiba menghilang meninggalkan seluruh peradabannya di Bumi ini secara tiba-tiba dan bersama-sama, apa yang akan terjadi pada Bumi yang ditinggalkannya?
Weisman tergelitik untuk menulis buku itu ketika seorang editor Discover Magazine, Josie Glausiusz, terinspirasi karya tulisnya tentang pulihnya lingkungan setelah kaburnya orang-orang dari Chernobyl. Weisman kemudian memulai riset panjang untuk memujudkan bukunya itu. Banyak ilmuwan dihubunginya. Bahkan ia beberapa kali ikut terlibat riset dengan para ahli atau ilmuwan tersebut.
Sebanyak 225 makalah dari berbagai tema telah dilahapnya, dan 86 buku menjadi acuannya. Tema-temanya sangat luas tersebar dari berbagai bidang ilmu, mulai dari Geologi, Geografi, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Teknik Sipil, Ekologi, Lingkungan, Sosial, Budaya, Politik, Sejarah, bahkan Agama, dan lain sebagainya.
Dari beberapa kasus yang dipikirkannya, di antaranya adalah bagaimana peran besar manusia dalam membangun Terusan Panama, yang menghubungkan Lautan Pasifik dengan Atlantik, dan menjadi urat nadi ekonomi Amerika Serikat. Terusan yang memanfaatkan sistem hidrolik untuk melintasi perbukitan di tanah genting Panama itu, tanpa campur tangan manusia akan mudah putus dan hancur. Proses-proses longsor, banjir dan erosi akan dengan segera menyatukan kembali Amerika bagian utara dan selatan, jika manusia lalai merawatnya.
Sesuai dengan risetnya yang luas, banyak kasus lingkungan lainnya menjadi perhatiannya. Contohnya peristiwa di suatu malam yang masih sangat dingin di Chernobyl, Uni Sovyet saat itu, April 1986, ketika kelalaian operator mengakibatkan meledaknya salah satu reaktor nuklir, menyemburkan awan radioaktif yang menjadi bencana bagi kota kecil dan sebagian wilayah Ukraina. Setelah itu Chernobyl menjadi kota mati. Namun pada musim semi tahun berikutnya, kehidupan seakan-akan mulai pulih. Burung-burung berdatangan dan bersarang. Tumbuhan menghijau kembali.
Begitu pula bagaimana suatu daerah demiliterisasi antara Korea Utara dan Selatan yang merupakan ladang ranjau, justru menjadi kawasan ekologis yang lengkap dengan kehidupan liarnya setelah perang berakhir 1953. Atau suatu kawasan wisata di Siprus yang kembali menjadi liar dengan cepat setelah perubahan lingkungan laut menjadikan kawasan tersebut ditinggalkan para wisatawan. Weisman juga membayangkan apa yang terjadi ketika pompa-pompa air berhenti bekerja di New York. Saluran-saluran kereta api bawah tanah akan segera dibanjiri air laut, dan dalam sekejap New York akan kembali menjadi daerah rawa-rawa seperti pada awalnya.
Banyak lagi contoh yang Weisman kemukakan di bukunya setebal 430 halaman edisi Indonesia terbitan Gramedia (2009), seperti pengaruh pertanian, ladang-ladang minyak, tempat pembuangan sampah nuklir, pulau sampah plastik di tengah-tengah Samudera Pasifik, terjaganya hutan asli Eropa di Polandia, paradoks kehidupan liar di Afrika, atau misteri punahnya suku Maya di Amerika Tengah. Ia juga membahas bagaimana sejarah Bumi ketika bangsa manusia belum muncul menguasai kehidupan. Sayangnya, kalimatnya cenderung panjang-panjang sehingga agak melelahkan untuk menamatkan buku tebal ini.
Namun, buku ini dapat menjadi seperti ilustrasi suatu teori yang telah dikenalkan pada 1979 oleh James Lovelock pada bukunya “Gaia: A New Look at Life on Earth.” Teori Gaia Lovelock menyatakan bahwa Bumi sangat dinamis sehingga apapun proses perubahan atau kerusakan yang terjadi padanya, Bumi akan memulihkan dirinya sendiri.
Teori Gaia yang bukunya diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul “Bumi yang Hidup, Pandangan Baru Kehidupan di Bumi” (Penerbit Obor, 1988) pernah diinterpretasikan secara gegabah oleh salah seorang ahli Geologi Indonesia, bahwa kita dapat melakukan eksploitasi habis-habisan terhadap sumber daya Bumi. Toh dengan menyimak teori itu, Bumi akan pulih dengan sendirinya. Ia mungkin lupa bahwa produk-produk geologis berjalan secara evolutif.
Benar Bumi akan dapat pulih dengan sendirinya, tetapi diperlukan waktu puluhan ribu hingga ratusan juta tahun. Selama masa pemulihan itu, manusia yang hidup dalam rentang waktu yang sangat pendek, akan menjadi korban pertama.
Alan Weisman adalah mantan editor di Los Angeles Times Magazine. Ia seorang wartawan yang menulis di antaranya untuk Harper’sThe New York Times MagazinesThe Atlantic Monthly, dan Discover. Melalui tulisannya di Discover edisi Februari 2005 “Earth Without People” ia terpilih mendapatkan penghargaan Best American Science Writing 2006 yang kemudian ia perluas menjadi buku “The World Without Us” yang terbit pada 2007.
(Budi Brahmantyo, FITB, ITB).

KABAYAN


The Last of d’Kabayans*

Hari ini, 23 Desember 2011, berita duka datang dari posting wartawan Kompas Didiet: Aom Kusman telah wafat tadi subuh pkl. O4 WIB. Ialah yang terakhir dari grup lawak Bandung yang terkenal di tahun 1980-an, d’Kabayans. Aom Kusman, the last of d’Kabayans, berpulang juga dipanggil Sang Pencipta. Innalillahi wa’inna ilaihi ro’jiun. Allohumagfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.
Wafatnya Aom Kusman menyusul sahabatnya Kang Ibing yang meninggal pada 19 Agustus 2010 menjadikan grup lawak tersebut telah ditinggalkan semua anggotanya. Anggota lain Ujang (yang biasa berperan sebagai Eti), Sofyan Hargono (berperan sebagai orang Jawa) dan Suryana Fatah yang selalu berperan sebagai orang Cina Babah Holiang, telah jauh mendahului Kang Ibing dan Aom Kusman.

D'Kabayans (foto diunduh dari usepsaepurohman.blogspot.com)
Grup lawak d’Kabayans yang sangat Sunda menjadi penyegar dari grup-grup lawak yang umumnya orang-orang Jawa, yang bergiliran muncul di TVRI, satu-satunya stasiun televisi yang ada pada tahun 1980-an itu. Grup ini tidak kalah lucunya dengan grup-grup lawak terkenal saat itu seperti Bagio Group (Bagio, Diran, Darto Helm, Sol Saleh), Kwartet Jaya (Bing Slamet, Eddy Sud, Ateng, Iskak), Surya Grup (Karjo AC/DC dkk), atau Jayakarta Group (Jojon, Cahyono, U’u, Johnni)  yang selalu ditunggu-tunggu pemirsa televisi.
D’Kabayans dibentuk oleh dua sahabat Aom Kusman dan Kang Ibing saat keduanya selalu menghibur remaja jomblo yang tidak punya acara apel di malam minggu melalui siaran di Radio Mara. “Di sini Radio Mara, di sana radio batur…” itulah yang selalu diucapkan Kang Ibing dalam siarannya (terjemah: di sini Radio Mara, di sana radio orang lain). Celetukan-celetukan yang akhirnya menjadi ucapan sehari-hari sering muncul dari siaran dua pelawak ini seperti “teu puguh ceng,” atau “dalam rangka pupujieun.” Materi lawakannya yang kadang-kadang rada porno (khas lawakan Sunda) sering diceritakan ulang di antara para pendengarnya. Misalnya kisah Haji Sebling yang kenikmatan mempermainkan alat vitalnya ke dalam botol hingga berbunyi “sbling” tapi ketahuan anak nakal, atau kisah janda muda yang teriak-teriak minta tolong karena dikejar-kejar harimau, tapi teriakan terakhirnya malah menjadi mendesah. Cerita lain misalnya tentang dua orang yang tidak saling kenal tapi sok akrab memanggil Udin dan Aceng yang akhirnya memunculkan gimmick “teu puguh ceng” tersebut.
Selain di malam minggu menemani mereka yang belum punya pacar, keduanya juga mempunyai jatah siaran di malam Jumat. Lawakan malam Jumat biasanya diselingi cerita-cerita hantu.
Hari ini, d’Kabayans betul-betul berakhir setelah wafatnya Aom Kusman. Bagi mereka yang lahir setelah 1980-an pasti tidak mengenalnya, tapi bagi bapak-bapak dan ibu-ibu sekarang yang pernah muda di tahun 1980-an, terutama di Bandung, siaran Radio Mara atau acara lawak di TVRI menjadi nostalgia yang berkesan. Dari tema lawakan yang paling berkesan adalah usaha Kang Ibing mencari “gadis jujur” yang malah mendapatkan Eti (Ujang) yang mungkin jujur tapi berwajah jelek. Monolog mas Sastro (Sofyan Hargono) sampai sekarang masih terasa lucu ketika menceritakan kesuksesan anak-anaknya dalam logat Jawa-nya: yang pertama di ngangkatan udara, yang kedua di ngangkatan laut, yang ketiga perempuan… ngublag! Tentu saja sentilan-sentilan kondisi sosial selalu dimunculkan oleh grup lawak ini walaupun bersifat umum dan sangat hati-hati karena begitu represifnya pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Salah ucap sedikit bakal bubar.
*judul terinspirasi dari judul novel “The Last of the Mohicans” karya James Fenimore Cooper (1826) yang difilmkan pada 1992 dengan pemeran utama Daniel Day-Lewis.

the lost ATLANTIS


Sundaland = Benua Atlantis yang Hilang?

Pikiran Rakyat
Sabtu, 7 Oktober 2006
oleh Budi Brahmantyo
MENARIK sekali artikel yang ditulis oleh Profesor Dr. H. Priyatna Abdurrasyid, Ph.D., di harian ini Senin, 2 Oktober 2006 tentang mitos Benua Atlantis yang ternyata adalah Indonesia. Tulisannya mengutip sebuah buku keluaran tahun 2005 karya seorang Brasil Profesor Arysio Nunes dos Santos berjudul “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization”.
Terus terang, saya sama sekali belum pernah membaca buku itu. Tetapi, penelusuran melalui dunia maya menemukan satu promosi penerbitan buku tersebut dengan gambar sampul buku yang sangat menarik dan provokatif. Sampul buku itu menampilkan Kepulauan Indonesia bagian barat, yang tidak lain dan tidak bukan adalah apa yang pernah dikenal sebagai Kepulauan Sunda Besar, terdiri dari Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan yang dipersatukan oleh paparan luas yang dikenal sebagai Paparan Sunda.
Jadi Paparan Sunda, atau ketika laut surut pada Kala Pleistosen Akhir menjadi daratan luas disebut dalam dunia ilmiah Geologi internasional sebagai Sundaland, adalah Benua Atlantis yang hilang menurut Profesor Santos? Sungguh membanggakan! Wajar jika kesimpulan Profesor Priyatna diakhir tulisannya bahwa Indonesia yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, harus membuat kita bersyukur, tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia (”PR”, 2 Oktober 2006).
Namun banyak ganjalan yang sangat mengganggu dengan pendapat Profesor Santos yang melambungkan nama Indonesia, atau tepatnya Sundaland, sebagai Benua Atlantis yang hilang itu. Ganjalan-ganjalan yang berkecamuk dalam pikiran saya akhirnya membawa kepada beberapa situs internet tentang Atlantis. Lalu, mouse komputer saya terdampar pada sumber awal munculnya mitos Atlantis itu, yaitu dialog Timaeus dan Critias, yang ditulis oleh Plato.
Cerita Critias
Mitos Atlantis muncul ketika mahaguru Socrates berdialog dengan ketiga muridnya; Timaeus, Critias dan Hermocrates. Critias menuturkan kepada Socartes di hadapan Timaeus dan Hermocrates cerita tentang sebuah negeri dengan peradaban tinggi yang kemudian ditenggelamkan oleh Dewa Zeus karena penduduknya yang dianggap pendosa. Critias mengaku ceritanya adalah true story, sebagai pantun turun temurun dari kakek buyut Critias sendiri yang juga bernama Critias.
Critias, si kakek buyut, mengetahui tentang Atlantis dari seorang Yunani bernama Solon. Solon sendiri dikuliahi tentang Atlantis oleh seorang pendeta Mesir, ketika ia mengunjungi Kota Sais di delta Sungai Nil. Bayangkan cerita lisan turun temurun yang mungkin banyak terjadi distorsi ketika Critias, si cicit, menceritakan kembali kepada Socrates, sebelum ditulis oleh Plato.
Di luar dari distorsi yang mungkin terjadi, tulisan tentang dialog Socrates, Timaeus dan Critias tentang Atlantis yang ditulis Plato adalah sumber tertulis yang menjadi referensi utama. Dari dialog itulah tergambar suatu negeri yang makmur, gemah ripah loh jinawi yang bernama Atlantis. Letak negeri berada di depan selat yang diapit Pilar-pilar Hercules (the Pillars of Heracles).
Negeri itu lebih besar dari gabungan Libia dan Asia. Terdapat jalan ke pulau-pulau lain di mana dari tempat ini akan ditemui sisi lain negeri yang dikelilingi oleh lautan sejati. Laut ini yang berada pada Selat Heracles hanyalah satu-satunya pelabuhan dengan gerbang sempit. Tetapi laut yang lain adalah samudera luas di mana benua yang mengelilinginya adalah benua tanpa batas.
Di Atlantis inilah terdapat kerajaan besar yang menguasai seluruh pulau dan daerah sekitarnya, termasuk Libia, kolom-kolom Heracles, sampai sejauh Mesir, dan di Eropa sampai sejauh Tyrrhenia. Lalu terjadilah gempa bumi dan banjir yang melanda negeri itu. Dalam hanya satu hari satu malam, seluruh penghuninya ditenggelamkan ke dalam bumi, dan Atlantis menghilang ditelan laut.
Cerita tragis yang memunculkan mitos Atlantis itu, bila kita cermati memang akan mengarah secara geografis di sekitar Laut Tengah (Mediterania). Selain nama-nama Libia, Mesir, Eropa dan Tyrrhenia, disebut pula selat dengan pilar-pilar Hercules yang tidak lain adalah Selat Gibraltar (atau dalam bahasa Arab, Selat Jabaltarik), selat di Laut Tengah antara Eropa dan Afrika yang merupakan gerbang ke Samudera Atlantik. Apakah betul Atlantis sebuah benua yang lebih besar dari gabungan Libia dan Asia? Pendapat ini ditentang juga sebagai salah terjemah kata Yunani meson (lebih besar) dengan kata mezon (di antara).
Sundaland
Memang betul, konotasi Atlantis tidak harus mengacu kepada Samudera Atlantik. Tetapi berdasarkan lingkungan kesejarahan dan geografis, para ahli akhirnya berkonsentrasi mencari Atlantis di sekitar Laut Tengah, antara Libia dan Turki yang dikenal sebagai Asia pada waktu itu. Sebelum Profesor Santos berargumen bahwa Atlantis adalah Sundaland, pendapat yang paling banyak diterima adalah bahwa negeri itu ada di tengah-tengah Samudera Atlantis sendiri, yaitu di Kepulauan Azores milik Portugal yang berada 1.500 km sebelah barat pantai Portugal. Tidak ada bukti arkeologis yang mengukuhkan pendapat ini.
Tempat yang paling meyakinkan sebagai Atlantis adalah Pulau Thera di Laut Aegea, sebelah timur Laut Tengah. Pulau Thera yang dikenal pula sebagai Santorini adalah pulau gunung api yang terletak di sebelah utara Pulau Kreta. Sekira 1.500 SM, sebuah letusan dahsyat gunung api ini mengubur dan menenggelamkan kebudayaan Minoan. Hasil galian arkeologis memang menunjukkan bahwa kebudayaan Minoan merupakan kebudayaan yang sangat maju di Eropa pada zamannya.
Pendapat Profesor Santos bahwa Atlantis adalah Sundaland atau Indonesia mempunyai banyak kelemahan. Pertama, tidak terdeskripsi dari cerita Solon melalui Critias bahwa Atlantis berada wilayah tropis. Kedua, deskripsi geografis di sekitar benua mitos itu mengarah semua ke Mediterania. Saya tidak tahu, lokasi mana yang ditunjuk Profesor Santos dalam bukunya sebagai selat dengan pilar-pilar Hercules.
Tetapi ia (melalui tulisan Profesor Priyatna ”PR” 2 Oktober 2006), berargumen bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung api aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Ketiga, Profesor Santos mengarahkan bingkai waktu Atlantis pada zaman es kala waktu Pleistosen. Zaman es terakhir (Wurm) terjadi pada maksimum 18.000 tahun yang lalu. Saat itu, tutupan es di kutub-kutub Bumi meluas hingga lintang 60 derajat, dan air laut di khatulistiwa surut tajam. Di Kepulauan Indonesia, sebuah pendapat mengatakan bahwa air laut surut hingga minus 140 m dari muka air laut sekarang. Maka, perairan Laut Jawa, Selat Karimata dan Laut Cina Selatan yang mempunyai kedalaman tidak lebih dari 100 m, berubah menjadi daratan. Itulah yang kemudian dikenal sebagai Sundaland.
Setelah 18.000 tahun yang lalu, permukaan laut mulai naik seiring dengan masuknya zaman antar-es. Muka air laut naik terus hingga sekitar 5 m di atas muka laut sekarang pada sekira 5.000 tahun yang lalu, sebelum turun kembali hingga pada posisinya sekarang. Artinya, penenggelaman Sundaland akan berjalan sangat pelan (evolutif), memakan waktu 13.000 tahun. Padahal menurut cerita Critias, Atlantis tenggelam hanya dalam satu hari satu malam!
Keempat, kebudayaan Indonesia pada Pleistosen Akhir, bahkan hingga awal Holosen (11.000 tahun yang lalu) masih budaya pengumpul hasil hutan dan berburu. Peralatannya adalah kayu, bambu dan batu, dengan rekayasa sangat sederhana. Mereka tinggal di gua-gua atau teras sungai dengan tempat bernaung dari ranting kayu dan dedaunan. Tidak ada pendapat satu pun yang menggolongkan budaya Paleolitik seperti itu sebagai budaya yang dianggap maju dan tinggi dalam pengertian yang sepadan ketika Plato menuliskan bukunya.
Sekali lagi, saya belum membaca buku Profesor Santos itu. Tetapi dari paparan tulisan Prof. Priyatna, dengan sedikitnya keempat argumen di atas, anggapan bahwa Indonesia (Sundaland) adalah Atlantis sulit untuk dapat diterima. Tentu saja walaupun tulisan ini membantah Indonesia sebagai Atlantis, kita harus tetap sangat bangga dengan Sundaland di Indonesia, karena dari ilmu-ilmu geologi, arkeologi, geografi, biogeografi, linguistik dan lain-lain, kawasan Sundaland diakui kepentingannya secara internasional. Dengan fakta-fakta ilmiah itu, seperti pendapat Profesor Priyatna Abdurrasyid, membuat kita harus bersyukur dan tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Indonesia dengan Sundaland-nya, sekalipun akan terbantah bukan Atlantis, adalah kekayaan intelektual yang tetap diakui secara internasional.***
Penulis, anggota KK Geologi Terapan FIKTM-ITB, dan anggota KRCB dan IAGI.
Silakan baca juga ttg 24 syarat Atlantis di blog ini atau di http://blog.fitb.itb.ac.id/BBrahmantyo/?p=257

ATLANTIS YANG HILANG


Benarkah Indonesia adalah benua Atlantis yang hilang?

4092008
Musibah alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?
Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Add caption
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil it berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.” Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaula internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.
Sumber: :
Forum kaskus.com dan Wikipedia Online